Senin, 22 September 2014

APA ITU ARP?


Suatu data biasanya dikirim melalui ethernet card pada jaringan lokal. Supaya bisa saling berkomunikasi, ethernet card menggunakan MAC Address yang besarnya 48 bit, dan setiap ethernet card memiliki MAC Address yang berbeda. Pada saat hendak mengirimkan data ke komputerdengan IP tertentu, suatu host pada jaringan ethernet perlu mengetahui, diatas ethernet address yang manakah tempat IP tsb terletak. Untuk keperluan pemetaan IP address dengan ethernet address ini, digunakan protokolARP (Address Resolution Protocol).

ARP bekerja dengan mengirimkan paket berisi IP address yang ingin diketahui alamat ethernetnya ke alamat broadcast ethernet, dan semua ethernet card akan mendengar paket ini. Host yang merasa memiliki IP address ini akan membalas paket tsb. dengan memgirimkan paket yang berisi pasangan IP address dan ethternet address. Untuk menghindari seringnya permintaan seperti ini, jawaban ini disimpan di memori (ARP cache) untuk sementara waktu.


Cara kerja ARP dapat diibaratkan sebagai berikut :
  • Suatu host dengan IP address A mengirim paket ke host dengan  IP address B pada jaringan lokal. Host pengirim memeriksa dulu ARP cachenya adakah MAC Address untuk host dengan IP address B.
  • Jika tidak ada, ARP akan mengirimkan paket ke alamat Broadcast (sehingga seluruh anggota jaringan mendengarnya). Paket ini berisi pertannyaan : "Siapakah pemilik IP address B dan berapakah MAC Addressnya? ". Dalam paket ini juga disertakan IP address A beserta MAC Addressnya.
  • Setiap host di jaringan lokal menerima request tersebut dan memeriksa IP address masing-masing. Jika ia merasa paket tersebut bukan untuknya, dia tidak akan menjawab pertannyaan tersebut.
  • Host dengan IP address B yang mendengar request tersebut akan mengirim IP address beserta MAC Address ya ke host penanya.
(http://www.transiskom.com/2012/10/pengertian-arp-adress-resolution.html)

CHANNEL WIRELESS



Di Postingan ini kita akan membahas Channel Wireless, Mari disimak :
Media yang digunakan dalam pertukaran data pada jaringan wireless tidak sebagaimana yang ada pada jaringan kabel yang media-nya dapat terlihat dan hanya berada pada satu line. Pada jaringan wireless media yang digunakan adalah udara dengan menggunakan frekuensi, dengan media pertukaran data yang berupa udara ini tentu kita tidak dapat sepenuhnya mengontrol sebagaimana pada kabel. Interferensi atau gangguan yang ada pada wireless lebih banyak karena menggunakan media publik yang dapat digunakan oleh siapa saja. 
Pada wireless 802.11 b/g/n yang menggunakan band 2.4 GHz, ada 14 chanel yang dapat digunakan. Dalam suatu area kadang sering ada banyak jaringan wireless lain selain milik kita, jika chanel yang digunakan antara satu wireless dengan wireless yang lain bersinggungan tentu  akan menimbulkan interferensi yang menyebabkan sinyal wireless kurang maksimal yang akhirnya juga berdampak pada kurang optimalnya pertukaran data pada jaringan wireless tersebut. Berikut representasi grafik pada wi-fi chanel pada band 2.4



Penggunaan wi-fi chanel yang tidak tepat dapat menimbulkan interferensi, sebagai contoh jika jaringan A menggunakan chanel 6, sedangkan jaringan B menggunakan 8, maka akan terjadi  interferensi.



Oleh karena itu agar tidak terjadi interferensi maka gunakanlah non-overlapping chanel , yaitu chanel 1, 6 11 dan 14 pada jaringan wireless (Access Point) yang berbeda.



Sedangkan yang g/n dan n sebagai berikut 


Untuk mendeteksi interferensi chanel yang digunakan disekitar area jaringan, salah satu tool yang powerfull, easy looking dan juga gratis adalah inSSIDer, untuk lebih jelasnya silahkan kesini atau kesini.


Sebagai contoh dari gambar di atas dapat kita lihat chanel 1 sudah crowded dan 6 telah digunakan, sedangkan chanel 11 masih belum digunakan, jika saat ini anda masih menggunakan chanel 1, silahkan berpindah ke chanel 11 yang masih kosong, atau jika ingin membangun jaringan baru gunakanlah chenel 11 yang masih belum terpakai.
Secara teori RSSI (Received Signal Strength Indication) maksimal yang bisa didapat (untuk mendapatkan sinyal wi-fi 100%) adalah -10 dBm, namun dalam prakteknya hampir mustahil untuk mendapatkan -10 dBm, dalam perconbaan saya RSSI yang didapat oleh komputer yang berada tepat disamping Access Point hanya sampai -22 dBm. Namun RSSI yang sampai di antara -10 dBm dan -30 dBm sudah termasuk Typical maximum received signal power untuk jaringan wireless.
Setelah mengetahui interferensi chanel disekitar jaringan wi-fi, sebagai administrator anda dapat mempertimbangkan chanel berapa yang seharusnya digunakan untuk mendapatkan sinyal yang optimal serta meminimalkan interferensi dengan chanel selain jaringan wi-fi milik kita. Interferensi yang terjadi sebenarnya bukan hanya berasal dari sinyal wi-fi atau access point lain, namun juga berasal dari setiap perangkat di sekitar area yang menggunakan frekuensi band 2.4 GHz.

Untuk mengganti atau mensetting chanel silahkan masuk ke konfigurasi Router atau Access Point dan carilah konfigurasi pemilihan chanel.



Semoga bermanfaat.

(http://appstrack.blogspot.com/2012/05/pemilihan-channel-untuk-optimasi-sinyal.html#.VCAak1OAK60)

IP CLASSLESS & IP CLASSFULL


Nah, sekarang kita akan membahas apa itu IP CLASSLESS dan IP CLASSFULL..Sebelumnya mari kita bahas apa itu IP ADDRESS :

IP Address (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
  • IP versi 4 (IPv4)
  • IP versi 6 (IPv6)


1. IP CLASSLESS

Sekarang mari kita bahas IP Classless :

Dilihat dari katanya IP classless berarti IP yang tidak mempunyai kelas,perbedaan mendasar antara IP classless dan IP classfull adalah penggunaan tanda prefik atau slash (/) dibelakang IP address yang bersangkutan,contoh:192.168.10.0/27,tanda prefik ini menunjukan banyaknya host yang dapat terhubung pada sebuah jaringan local,dan prefik ini juga menunjukan jumlah bit network (n).sehingga apabila ditelusuri, IP diatas memiliki susunan bit sebagai berikut:
Total bit = 32
jumlah bit n (network) = 27
jumlah bit h (host) = 5
Rumus untuk mencari jumlah host yang dapat saling terhubung adalah 2 pangkat h-2. pada contoh diatas, IP tersebut memiliki jumlah bit h sebanyak 5. jadi perhitungan jumlah host yang dapat terhubung adalah sebanyak 25-2= 30 buah host. kemudian berikut ini adalah baris IP yang dipakai:

  • network IP : 192.168.10.0/27 (IP Address yang menyatakan alamat network)
  • 1st IP : 192.168.10.1/27 (IP Address pertama yang dapat digunakan host)
  • last IP : 192.168.10.30/27 (IP Address terakhir yang dapat digunakan host)
  • Broadcast IP : 192.168.10.31/27 (IP Address untuk menirim paket secara massal)
Lihat?, jumlah IP yang dapat dipakai pada host adalah sebanyak 30. yaitu dari 192.168.10.1 sampai 192.168.10.30. itu adalah pada group IP Network yang pertama. untuk mencari grup network yang selanjutnya, tinggal tambahkan Broadcast IP Address Network pertama (192.168.10.31) dengan angka 1 pada byte terakhir, sehingga grup network yang ke-2 memiliki IP Network 192.168.10.32. selanjutnya, dengan cara yang sama seperti diatas, tentukan host IP address network ini berdasarkan jumlah yang telah ditentukan (30 host). sehingga pada grup IP Network yang ke-2 baris IP yang dipakai adalah:

- network IP : 192.168.10.32/27 (IP Address yang menyatakan alamat network)
- 1st IP : 192.168.10.33/27 (IP Address pertama yang dapat digunakan host)
- last IP : 192.168.10.62/27 (IP Address terakhir yang dapat digunakan host)
- Broadcast IP : 192.168.10.63/27 (IP Address untuk menirim paket secara massal)

untuk grup IP Network yang selanjutnya dapat kita cari sendiri berdasarkan pola yang sama seperti diatas. perlu diingat, bahwa IP grup network pertama tidak bisa berhubungan dengan IP pada network ke-2 dan IP network lainnya.hal inilah yang menjadi keunggulan daripada IP Address dengan tipe Classless, dimana jumlah host yang dapat terhubung bisa kita lebih persempit. di kantor-kantor teknik IP Classless ini dapat diimplementasikan sehingga komputer karyawan tidak bisa terhubung dengna komputer bos. bagaimana jika dalam implementasinya kita ingin menghubungkan 2 buah komputer saja?,anda tinggal menggunakan IP dengan prefiks /30.
2. IP CLASSFUL

Selanjutnya, pembahasan tentang IP Classfull :
Pada saat address Internet distandarkan (awal 80-an), address Internet dibagi dlm 4 kelas:
Class A : Network prefix 8 bit
Class B : Network prefix 16 bit
Class C : Network prefix 24 bit
Class D : Multicast
Class E : Eksperimen

Tiap IP address mempunyai satu kunci yg mengidentifikasi kelas
Class A : IP address mulai dg “0”
Class B : IP address mulai dg “10”
Class C : IP address mulai dg “110”
Class D : IP address mulai dg “1110”
Class E : IP address mulai dg “11110”

classful ip address mempunyai sejumlah masalah :

  1. terlalu sedikit network address untuk jaringan yang besar (address class A dan class B telah lenyap)
  2. Hierarki 2 tingkat tidak sesuai utk jaringan besar dg address Class A dan Class B
  3. Tidak fleksibel. Misalkan perusahaan memerlukan 2000 address
    • Address class A dan B berlebihan (overkill!)
    • Address class C tidak mencukupi (memerlukan 10 address class C)
  4. Tabel Routing Membengkak. Routing pada backbone Internet memerlukan satu entry utk tiap network address. Pd 1993 ukuran tabel routing mulai melebihi kapasitas router.
  5. Internet memerlukan address lebih dari 32-bit
Dan permasalahan juga muncul dengan adanya arsitektur ini, bahwa ukuran jaringan tersebut terlalu besar. ini mengurangi tingkat fleksibilitasnya ini menyebabkan pemborosan beberapa alamat.
Untuk mengatasi ini, CIDR atau Routing Inter-Domain Classless diperkenalkan pada tahun 1993. Berikut alamat IP dibagi menjadi dua bagian: bagian paling penting adalah alamat jaringan yang digunakan untuk mengidentifikasi jaringan dan bagian yang paling signifikan adalah host identifier.
Dari beberapa alasan diatas maka sekarang IP CLASSFUL tidak dipakai lagi, dan beralih ke IP CLASSLESS.